Beranda > open source, software > Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?

Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?

Open Source Software = Freeware = Software Gratis = Layanan Gratis?

Fenomena
Linux yang sukses mengantarkan gerakan FLOSS (free libre open source
software) menjadi ikon baru pemanfaatan aplikasi perangkat lunak
komputer mulai memberikan
dampak di masyarakat.

Sayangnya pemahaman dan perolehan informasi yang separuh-separuh menyebabkan kerancuan dalam memahami gerakan FLOSS tersebut.

Selama ini publik baik secara sengaja maupun tidak sering mengidentikkan FLOSS = Linux.

Padahal sebenarnya ada ribuan aplikasi perangkat lunak lainnya yang termasuk dalam jajaran kelompok tersebut.

Namun di sisi lain, pemahaman makna open source software seringkali disamakan dengan freeware.

Nah, salah kaprah paling parah yang terjadi adalah pemahaman bahwa freeware dimaknai sebagai cuma-cuma alias gratisan.

Padahal
maksud dari gerakan freeware sendiri lebih kepada kampanye anti
monopoli terhadap sebuah karya aplikasi perangkat lunak komputer dengan
tetap menjunjung tinggi
penghargaan serta pengakuan kepada pengembangnya.

Lantas,
apakah ijin pemanfaatan dan distribusi dari aplikasi FLOSS berdampak
pula pada jasa pelayanan terkait seperti konsultansi dan pelatihan
menjadi “gratis” juga?

Sebenarnya istilah open source maupun freeware memiliki dasar konsep, tujuan dan falsafah yang tidak selalu sejalan.

Hingga akhirnya badan yang merumuskannya pun berbeda-beda pula.

Seperti
open source yang mayoritas diwakili oleh OSI (Open Source Initiative)
dan freeware yang secara mayoritas diwakili oleh FSF (Free Software
Foundation).

Bahkan ijin pemanfaatan dan hal-hal terkait dengan aplikasi perangkat lunak tersebut pun berbeda-beda.

Misalkan GPL/GNU, Mozilla License, dsb.

Sehingga
sebenarnya saat kita memanfaatkan sebuah aplikasi perangkat lunak yang
dikategorikan sebagai FLOSS maka wajib memahami akibat hukum yang
ditimbulkannya
berdasarkan EULA (End User License Agreement) atau Perjanjian Ijin Pemanfaatan bagi Pengguna Akhir yang mengikatnya.

Namun pada intinya, konsepsi freeware tidaklah berarti sama dengan idiom “free drink” atau minuman gratis.

Konsepsi
freeware lebih menekankan kepada kebebasan untuk berkreasi,
memanfaatkan, mengeksplorasi serta mendistribusikan secara luas sebuah
aplikasi perangkat lunak
komputer dalam koridor-koridor tertentu yang ditetapkan oleh pengembangnya atau pihak lain yang berwenang.

Sekalipun
kemudian para pengembang FLOSS tidak menetapkan biaya tertentu bagi
para pengguna aplikasi software yang dikembangkannya, hal tersebut
tidak berarti bahwa
aplikasi software tersebut sepenuhnya gratis.

Karena pada dasarnya para pengembang tersebut menyentuh kesadaran para pengguna aplikasi FLOSS untuk memberikan sumbangan.

Dimana
sumbangan tersebut akan sangat membantu dalam pengembangan aplikasi
FLOSS tersebut yang tentu saja pada akhirnya akan dinikmati kembali
oleh para penggunanya.

Maka tidaklah tepat jika kemudian istilah freeware disamakan dengan perangkat lunak “bebas bayar”.

Karena konsep dasarnya adalah “kebebasan dalam berkarya” dan “semangat anti monopoli”.

Apalagi
jika kemudian seperti yang pernah dialami oleh saya pribadi, seorang
prospek klien pernah meminta jasa layanan gratis karena sistem
informasi yang akan dikembangkan
berbasiskan FLOSS, hehehe

Padahal
seperti yang dimodelkan oleh RedHat maupun Canonical dengan Ubuntu-nya,
perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjalankan bisnis berbasis FLOSS
seperti jasa
konsultansi, dukungan teknis, pelatihan, paket produk siap pakai, dsb.

Bahkan jangan salah lho..

Dari
aplikasi FLOSS sendiri bermunculan bisnis-bisnis ikutan seperti kaos,
cindera mata, dsb yang tentu saja tidak kemudian dibagikan secara
cuma-cuma D

Salam 3G!

– Setiabudi a.k.a Buya’e Rania –
http://www.setiabudi.name/

  1. November 29, 2008 pukul 5:56 pm

    Btw… apa itu salam 3G ??

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: